10 July 2018

Book Review | Fall by Bella ZMR

Judul: Fall
Penulis: Bella ZMR
Penerbit: Gagas Media
ISBN: 978-979-780-907-2
Tebal: 378 halaman
Tahun terbit: 2017

Frella :
Untuk kamu, kita telah melewati banyak hal bersama. Jika pada akhirnya kita harus berpisah dan memiliki jalan yang berbeda, setidaknya kenang aku sebagai seseorang yang pernah menemani hari-harimu, baik ketika kamu bahagia ataupun putus asa.



Farel :
Meskipun kejujuran kadang menyakitkan, bertahan dengan sebuah kebohongan itu adalah bom waktu yang suatu saat akan meledak. Kamu perlu jujur, tidak hanya pada orang lain tetapi juga pada dirimu sendiri.

Fall berkisah tentang sepasang manusia yang ingin mengobati luka. Namun, tanpa mereka sadari, mereka sama-sama sedang menorehkan luka baru. Kemudian, hadir pertanyaan dalam hati masing-masing, “Apakah kita sedang mempertahankan hubungan atau sedang menunda sebuah perpisahan?”


Frella baru saja diminta jadi dokter pribadi Ibu Fenita dan spontan dia menjadi tempat curhat wanita paruh baya itu. Dia menyimak cerita Fenita panjang lebar tentang anak keempatnya, Farel. Pertemuan Frella dan Farel sendiri terjadi penuh perseteruan karena saat itu Farel bertindak nggak sopan di depan mamanya. Sebagai perempuan, Frella nggak suka Farel ngomong kasar sama perempuan terlebih sama mamanya sendiri.

Hati Farel seperti disayat mengetahui kenyataan bahwa Brenda memutuskan untuk menikah dengan laki-laki lain. Frella juga sama. Fahri, mantan kekasihnya memilih menikah dengan perempuan lain.
Entah kesambet apa, mendadak Farel ngajak Frella untuk nikah. Meskipun kaget, Frella tetap berusaha tenang dan meminta Farel menemui orangtuanya. Sesuai permintaan Frella, Farel dateng bersama rombongan keluarga untuk melamar Frella.

Sebetulnya mereka masih ragu, apakah keputusan ini tepat? Farel nggak mau terus-terusan dibayangi Brenda yang memilih laki-laki lain. Sementara Frella terpaksa mengambil keputusan itu demi kebahagiaan sang adik yang udah pengen nikah sama pacarnya tapi nggak mau melangkahi Frella.

Ada satu fakta yang memperkuat mereka mengambil keputusan mendadak itu, mereka sama-sama lelah mencari. Jadi, nggak salah kan? Terlebih usia mereka sudah nggak pantas untuk 'main-main' lagi. Keromantisan yang ditunjukkan Farel dan Frella nggak berlangsung lama. Fenita dan saudara Farel yang lain menangkap jelas usaha jaga jarak yang tengah dilakukan Farel dan Frella.


Sebetulnya usaha Frella dan Farel bisa berjalan mulus lho, dan mereka juga udah kelihatan punya chemistry kuat untuk ukuran dua orang yang lagi pedekate sebelum mantap nikah. Usaha mereka akan sukses, seandainya nggak ada orang-orang yang mendadak membuat kisah ini jadi rumit. Akankah Frella dan Farel bersatu? Atau justru berpisah setelah melewati kerumitan-kerumitan itu? 

Ini kali pertama aku baca karya Bella. Karena aku termasuk tim paperback, aku nggak pernah ngikutin karya-karya Bella yang diposting di wattpad. Dan ternyata nama Bella Zmr terkenal banget di kalangan pengguna lapak oranye. Oke, k mana aja aku ini?

Kalau dilihat dari cover depan aja udah menampakkan tagline 'siapkah kau untuk terluka lagi?'. Kebayang dong isinya sebaper apa. Tapi meski begitu, banyak dialog ringan penuh canda yang mengimbangi perasaanku sepanjang baca. Ini yang bikin asik. Dan lagi Frella itu bukan tipe perempuan yang gampang mewek. Mungkin faktor usia juga ya yang hampir 28 tahun. Aku terkesan banget sama karakter dia yang melampiaskan kesedihan dengan banyak-banyak makan, bukan nangis-nangis penuh drama.

Novel Fall wajib dibaca penyuka novel roman karena narasinya ngalir banget, dialognya asik, alur ceritanya menarik. Seandainya nggak ada jadwal lain, aku akan maraton baca novel ini. Fall mengisahkan tentang luka, perpisahan, dan kehilangan. Farel dan Frella mencoba untuk menulis skenario kisah cinta baru yang mana pemeran utamanya adalah mereka sendiri. Mungkin inilah alasan kenapa ilustrasi covernya bernuansa film/teater.

Banyak makna tersirat yang aku ambil dari novel ini. Farel dan Frella sama-sama menutup luka dengan bijak, ya meskipun di tengah jalan mereka terpaksa menoreh luka baru. Bella mengakhiri kisah Farel-Frella dengan sedikit konflik namun jatuhnya bikin senyum-senyum. Overall, tentu aja aku sangat merekomendasikan novel ini karena easy reading, cocok sebagai pelepas jenuh.

Kita mungkin nggak bisa menilai seberapa kuat kita menerima kehilangan, tapi Tuhan tahu bahwa kita mampu