10 July 2018

Book Review | Claires by Valerie Patkar

Judul: Claires
Penulis: Valerie Patkar
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
ISBN: 978-602-455-366-1
Tebal: 379 halaman
Cetakan kedua, Maret 2018
Tentang ada, namun tidak ada
Tentang di sini, namun pergi
Tentang sembuh, namun tetap luka
Tentang percaya, namun ditinggalkan

Claire dan Daverra seperti deretan awan di atas langit. Mereka sama dan itu membuat mereka sempurna.

Claire dan Ares seperti rangkaian baris warna pada pelangi. Mereka berbeda dan itu membuat mereka indah.

"Untuk siapa pun yang mengingatku di kepalanya, aku mengingatmu lebih jelas dari semua ingatan di kepalamu itu."

Claire dan Kai Daverra adalah refleksi relationship goal anak-anak remaja. Saling dukung impian masing-masing, saling peduli, saling pengertian, dan sederet istilah lain yang mengarah pada kesempurnaan hubungan.

Claire sendiri bukan tipe cewek yang mudah ngedrama, dia bisa nerima perceraian orangtuanya, bahkan saat akan ditinggal Kai selama enam bulan, dia nggak merengek-rengek minta ikut, atau minta Kai tetap berada di sisinya. Karena dia tahu, dia dan Kai sama-sama memiliki hal lain yang lebih diprioritaskan dibanding kebersamaan mereka. Toh mereka masih bisa berkomunikasi pakai HP.


Bermula dari keisengan Ares, Claire kesal setengah mati namun lama-lama dia sadar kalau selama ini dia benar-benar kesepian. Claire memilih hidup sendiri, nggak mau tinggal dengan papa atau mamanya. Baginya, ini keputusan terbaik setelah orangtuanya bercerai.

Sebelum ini, Claire sering ditinggal Kai demi sirkuit. Namun ini yang terlama. Dan harus diakui Claire, sesekali dia ingin Kai lebih memilih kebersamaan dengan dirinya dibanding sirkuit.

Ares muncul dalam hidup Claire bukan untuk main-main dengan cewek itu, bukan pula untuk memisahkan hubungan Claire dan Kai. Ares hanya nggak nyangka kalau Claire bisa sangat berbesar hati membuang rasa sepi sejauh mungkin dan menganggap hal itu bukan masalah yang besar dalam menjalani hubungan.

Ares gemas sama Claire, Claire pun perlahan menganggap Ares sebagai teman yang asik. Hadir dengan segala ketengilannya ketika Claire kesepian, bagai oase di padang pasir. Akhirnya, Claire jadi lupa sama Kai.


Sampai pada titik kebahagiaan Claire dan Ares, mendadak Ares diminta meninggalkan Bali. Dia harus mengurus bisnis keluarga di Jakarta selama beberapa hari. Demi kembali bertemu Claire, Ares menyelesaikan pekerjaannya secara kilat. Dia nggak mau ninggalin Claire terlalu lama seperti apa yang dilakukan Kai.

Sayangnya, sekembalinya Ares, dia mendapati Kai pulang dari sirkuit dan mengisi hari-hari Claire seperti sedia kala. Bagaimana akhir kisah Claire, Ares, dan Kai? Akankah mereka bahagia tanpa menyakiti satu sama lain?


Claires adalah novel romance paket komplit. Bukan sekadar fiksi biasa karena di dalamnya banjir quotes. Banyak makna tersirat yang bisa aku ambil, tentang harapan, impian, kerja keras, kesepian, kesempurnaan, keikhlasan, semua terangkum dalam alur cerita yang asik banget untuk dinikmati.

Mengangkat kisah dua orang yang sudah menjalin hubungan lama kemudian terpaksa LDR karena punya prioritas masing-masing, membuat Claires terasa ringan dibaca karena hubungan yang seperti itu banyak dialami anak-anak remaja.

Hal yang paling membuat aku terkesan adalah karakter Ares dan Kai. Aku selalu nahan biar nggak ketawa keras-keras saat sampai di bagian tingkah Ares yang super ajaib. Sementara Kai, awalnya karakternya biasa-biasa aja, tapi waktu baca chapter menuju ending, Kai berubah jadi mengagumkan. Aku juga terkesan sama latar tempat yang sebagian besar di Bali, sisanya di London dan Jakarta.

Overall, Claires adalah novel yang menghibur banget. Menghilangkan rasa hausku akan cerita-cerita cinta zaman now
. Kalian harus ikutan baca, dan selamat berkenalan dengan Claire dan Ares ya.


Setinggi-tingginya harapan, di saat kita tidak punya tangga untuk sampai ke sana, kita hanya perlu berdiri di tempat kita berada, diam dan menatap harapan itu dari jauh. Karena meskipun kita tidak mewujudkan harapan itu, setidaknya harapan itu masih di sana, menunggu kita. Kapan pun kita punya tangganya, kita akan sampai ke sana.