10 July 2018

Book Review | Alfa & Omega by Oda Sekar Ayu

Judul: Alfa & Omega
Penulis: Oda Sekar Ayu
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
ISBN: 978-602-04-5121-3
Tahun terbit: 2018
Tebal: 307 halaman
Alfa adalah laki-laki pertama yang mencuri hati Omega. Ketika Zeta, adik Alfa sekaligus sahabatnya menentang perasaan Omega, dia menyerah. Sepuluh tahun setelah hari itu takdir mengikat mereka dengan satu kejadian yang terlalu biasa.
 Karena segala hal yang biasa membuat setiap orang terlena, lupa akan tujuannya dan diam-diam melupakan niatnya. Alfa dan Omega adalah akhir dari sesuatu yang tidak berawal. Atau justru awal dari sesuatu yang tidak berakhir?
Punya kekasih seorang anggota band terkenal tidak lantas membuat Omega merasa menjadi perempuan paling beruntung, sebaliknya, dia jengah karena harus backstreet. Barry, kekasih Omega, menyembunyikan status hubungan mereka dari para penggemar. Hubungan yang sudah terjalin selama tiga tahun itu pun kandas, meskipun kandas secara baik-baik.

Alfa memperhatikan Omega dan Barry hanya dari satu sisi. Yang dia lihat, Omega selalu saja bergantung pada Barry. Bahkan setelah mereka putus, Alfa masih bisa merasakan betapa dekatnya mereka. Sehingga sulit baginya untuk menahan baper, cemburu, dan sederet perasaan aneh lainnya.

Sementara Omega, dia melihat betapa besar Alfa mencintai Gema, mantan kekasihnya. Sehingga dia memutuskan ke luar negeri sepuluh tahun lalu karena nggak kuat melihat Alfa yang hancur setelah berpisah dengan Gema. Terlebih Zeta masih sangat mengharapkan Alfa dan Gema bersatu kembali, membuat Omega harus menelan harapan untuk bersatu dengan Alfa.
 

Alfa dan Omega kemudian dipertemukan sebagai auditor dan klien, lalu menghabiskan waktu bersama lebih banyak dari sebelumnya. Alfa sudah tidak lagi melihat Omega sebagai sahabat adiknya, gadis itu menjelma perempuan dewasa yang bisa diandalkan dalam pekerjaan.

Ketika Alfa berusaha membuat Omega nggak bergantung lagi sama Barry, masalah mereka memanas. Omega nggak setuju dengan sikap Alfa yang seolah-olah menjelaskan kalau Omega dan Barry nggak boleh deket-deket lagi. Padahal Barry tetap menjadi teman baiknya. Perhatian berlebih yang ditunjukkan Alfa kepada Omega juga membuat gadis itu tersiksa. Omega ingin memiliki Alfa tapi bayang-bayang Gema selalu menghantuinya. Bagaimana akhir kisah mereka?

Alfa dan Omega adalah dua istilah yang nggak asing di telinga pembaca khususnya pembaca yang sering berkutat dengan sains ya. Begitu membaca blurb, aku udah langsung penasaran sebenarnya ada hubungan serta masalah apa di antara Alfa dan Omega. 


Sampai di bagian konflik, aku gemes. Alfa-nya mengira kalau Omega nggak bisa lepas dari Barry. Omega-nya mengira kalau Alfa cinta banget sama Gema sampai sehancur itu waktu putus. Padahal Alfa dan Omega udah sama-sama nyaman, sehati ngomongin pekerjaan, seirama banget sampai bisa mengatur kapan bercanda dan kapan serius

Untungnya, aku dibuat senyum-senyum di bagian ending. Hubungan Alfa dan Omega yang terkendala asumsi dan kebaperan mereka sendiri akhirnya terselesaikan dengan gaya yang rapi di bagian ending. Tokoh-tokoh pendamping seperti Zeta, Barry, Leo, dan rekan-rekan kerja Omega punya andil kuat dalam penyelesaian tiap konflik, dan di situlah sisi menariknya.

Pemilihan sudut pandang orang ketiga membuat alur novel ini menarik untuk diikuti. Diksi-diksinya nggak membosankan, sehingga adegan demi adegannya bisa dinikmati dengan asik. Secara keseluruhan, ceritanya menarik dan menghibur. Cocok banget untuk pembaca yang suka novel romance berlatar kehidupan wanita karir di perkotaan. Bagian cinta-cintaan dan kehidupan kerja diceritakan dengan porsi yang pas bahkan terhubung dengan baik.