27 June 2018

Book Review | The Other Einstein by Marie Benedict

Judul: The Other Einstein 
Penulis: Marie Benedict 
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer 
ISBN: 978-602-455-253-4
Tebal: 373 halaman
Tahun terbit: 2018

Mitza Maric berbeda dengan perempuan kebanyakan. Sebagian besar gadis berusia dua puluh tahun menjalani takdir atau perannya sebagai istri atau ibu rumah tangga. Sebaliknya Mitza, dengan dukungan penuh ayahnya, belajar fisika di universitas elite Zurich bersama para mahasiswa laki-laki. Tapi Mitza cukup pintar untuk mengetahui bahwa, baginya, matematika atau sains adalah jalur yang lebih mudah daripada menikah.
Seiring berjalannya waktu, Albert Einstein, teman kuliahnya, menaruh perhatian padanya, dan pilihan Mitza berubah. Mereka pun menikah, menjalin kemitraan pikiran dan hati. Tetapi sepertinya tidak ada ruang untuk lebih dari satu genius dalam sebuah pernikahan...
Di Zagreb, Kroasia, sekitar tahun 1896, setiap gadis yang berusia 20 tahun akan dinikahkan atau dipersiapkan untuk menikah. Namun Mitza Maric memilih merantau ke Zurich untuk kuliah jurusan Matematika dan Fisika di Politeknik Federal Swiss.

Mulanya Mitza mengira hanya dia gadis Zagreb yang pergi ke Swiss untuk bersekolah. Rupanya dia bertemu dengan gadis-gadis sesama Eropa Timur di asramanya. Meski bertujuan sama, namun jurusan dan universitas mereka berbeda. Tetap saja Mitza merasa senang memiliki teman dengan tujuan dan pemikiran sama.

Sayangnya, teman-teman kampusnya—yang semuanya laki-laki—merendahkan Mitza. Hanya satu laki-laki yang melempar senyum heran bercampur takjub saat pertama kali Mitza ke kampus. Albert Einstein. Ketika Mitza menerima perhatian dan pengakuan Einstein, dia nggak mau hubungannya dengan Einstein menghalangi tujuannya bersekolah sains sampai Swiss. Prinsipnya, percintaan dan karir nggak bisa bercampur. Seenggaknya buat kaum perempuan.

Namun sekuat apa pun usahanya, Mitza tetap nggak bisa jauh dari Albert Einstein. Saat keduanya ingin meresmikan hubungan dalam ikatan pernikahan, selalu saja banyak kendala. Kendala itu bukan hanya karena keduanya yang sama-sama sedang berjuang menjadi ilmuwan sains, melainkan juga karena orang tua masing-masing yang bisa dibilang tidak merestui seratus persen tentang keputusan mereka.

Masalah makin memuncak ketika Mitza terombang-ambing dalam pilihan-pilihan. Sejak memiliki putri, nalurinya kuat sebagai perempuan, seketika impian tentang ilmu-ilmu fisika terlupakan. Setelah menikah dengan Albert pun dia gusar menentukan apa yang akan dia pilih, menuruti jalannya sebagai perempuan dengan segala emosinya, atau menyemai harapan baru bersama Albert dengan segala impian mereka.

Tahun 1909, konflik rumah tangga Mitza dan Albert semakin rumit. Kesulitan menggabungkan antara karir ilmuwan fisika dengan kehidupan pernikahan makin terlihat nyata. Bisakah Mitza memperoleh kebahagiaanya? Ke mana kisah Mitza dan Albert bermuara? 

The Other Einstein adalah novel berlatar sejarah dunia fisika yang mengambil setting tahun 1896-1914, dan tahun 1948 di bagian epilognya. Saat nuntasin baca novel ini, aku sadar ternyata banyak kisah perempuan hebat yang belum terekspos secara luas. Kisah Mitza (Mileva) Maric ini misalnya. Aku bisa ngerasain pesan apa yang sebenarnya ingin disampaikan penulis. Bahwa berhasil atau nggaknya pencapaian karir, seharusnya tetap memikirkan orang terdekat.

Novel ini menguak sisi lain dunia fisika dari sudut pandang perempuan yang kecerdasannya terlihat sejak usia tujuh tahun. Tokoh Mitza berhasil membuat pembaca larut dalam tiap konflik batin yang dia alami. Mitza itu ibarat pendar-pendar cahaya yang mengelilingi Albert Einstein. Sayangnya, nggak banyak orang melihat cahaya itu. Seru banget kan?

Aku bukan termasuk pecandu novel terjemahan. Uniknya, novel ini justru bikin maraton baca karena temanya langka. Membuat aku membuka mata bahwa ternyata di balik keberhasilan seorang lelaki, ada perempuan yang bukan hanya memberi dorongan semangat melainkan juga memberi kontribusi yang levelnya setara dengan lelaki tersebut.

Secara keseluruhan, aku menikmati novel ini, hitung-hitung sebagai selingan baca novel-novel lokal yang berbau fiksi murni. Pokoknya jangan ketinggalan mengikuti kisah sosok di balik ketenaran Albert Einstein dalam novel The Other Einstein
.