10 March 2018

Book Review | Sakura di Langit Osaka by Arizu Kazura

Judul: Sakura di Langit Osaka
Penulis: Arizu Kazura
Penerbit: Grasindo
Tebal: 242 halaman
ISBN: 978-602-452-409-8
Cetakan pertama, Oktober 2017

Naya Wijaya
Pernah disakiti, hatinya dilukai, harapannya dipatahkan hingga membuatnya sulit membuka hati san percaya kepada laki-laki, menaruh kebencian yang mendalam kepada laki-laki pemilik mata dengan tatapan tajam
yang pantag menyerah dalam mendapatkan hatinyaitu sejak pertama bertemu.


Nishimura Tetsuya
Pernah dikhianati, dikecewakan dan dipermalukan di depan orang banyak karena gagal menikah, hingga mebuat dirinya enggan jatuh cinta dan lebih menyukai hidp sendiri, menaruh rasa kepada wanita pemilik senyum cantik berlesung pipi
yang ingin dimilikinyaitu ketika wajah cantiknya berada dalam frame kameranya.

Mereka bertemu di bawah langit musim semi. Berawal dari pertemuan yang tidak menyenangkan saat sakura sedang bermekaran hingga berubah menjadi dirindukan, tiba-tiba keduanya ingin jatuh cinta lagi. Mereka ingin bahagia lagi. Tapi, mempukah keduanya saling melengkapi? Menutup luka lama dengan kebahagiaan yang sekarang dirasa? Atau malah sebaliknya, pertemuan itu adalah awal bagi hadirnya luka baru yang lebih menyiksa?
Naya—perempuan Indonesia—berangkat ke Osaka karena urusan pekerjaan. Sebelum berangkat, dia sempat ditahan ibunya. Selain khawatir memikirkan jarak, sang ibu juga khawatir memikirkan pernikahan Naya. Bagimana tidak? Naya akan menetap di Osaka selama dua tahun sementara usianya sekarang sudah menginjak 28 tahun. Sudah tujuh tahun sejak Naya berpisah dengan kekasihnya, dia belum juga menemukan pengganti. Wajar jika ibunya khawatir.

Keberangkatannya ke Osaka menimbulkan kebahagiaan di sudut hati Naya. Setidaknya untuk sementara dia bisa menghindari todongan pertanyaan 'kapan nikah'. Kebahagiaan Naya bertambah saat Yuri menjemputnya di Kansai International Airport. Rekan kerja yang sudah dua tahun nggak dijumpainya itu kemudian mengantar Naya menuju apartemen tempat Naya tinggal selama mengerjakan proyek di Osaka. Yuri mencarikan apartemen sesuai selera Naya agar perempuan Indonesia itu betah. Duh, kurang bahagia apa lagi si Naya ini.

Seharusnya Naya bersenang-senang di Osaka sembari menunggu masuk kerja. Namun dia justru mendapat kesialan. Dia hampir tertabrak mobil saat menyeberang dengan terburu-buru. Dia melangkah cepat bukan tanpa alasan. Laki-laki bertubuh tinggi yang berdiri di belakang Naya membuat firasat buruk perempuan itu mencuat. Entah Naya yang parno atau apa, dia nggak mikir lama untuk menyeret langkah seribu. Untungnya Naya selamat, hanya mendapat lecet di beberapa bagian tubuhnya.

Bukannya bersyukur karena laki-laki—yang tadi dia curigai—itu telah menyelamatkannya, Naya malah kesal. Jika laki-laki itu nggak menakut-nakutinya, dia nggak akan buru-buru menyeberang. Yuri menanggapi dengan sabar ketika Naya menceritakan tragedi super menyebalkan—untuk ukuran perempuan Indonesia yang baru saja sampai di Jepang—tersebut. Sekali lagi, Naya merasa bahagia memiliki teman sebaik Yuri saat sedang berjarak beribu-ribu meter dengan kampung halamannya. Yuri nggak cuma baik tapi juga telaten. Buktinya dia benar-benar memastikan luka Naya nggak parah, sesekali mengobatinya.  

"Kau tahu, Naya~chan, tidak semua rasa sakit harus kau sembunyikan. Kadang, ada kalanya kau harus membaginya dengan orang lain saat kau sudah tidak sanggup lagi menahannya. Dan sebagai temanmu, aku benar-benar tidak keberatan menjadi orang itu." (hal 22)

Naya sudah dibuat kesal setengah mati mengetahui kenyataan kalau ternyata laki-laki yang menolongnya saat hampir tertabrak itu adalah tetangga apartemennya. Seakan takdir nggak mau memihaknya, ternyata laki-laki itu juga wakil ketua tim konstruksi cabang Osaka, tempat di mana Naya bergabung. Namun kekesalan Naya hanya sebentar. Setelah melihat sisi lain Tetsuya, kebencian Naya luntur seketika.
 
Beberapa waktu kemudian, Naya terkejut sekaligus bahagia ketika Tetsuya terang-terangan menyukainya. Namun pertemuannya dengan Kenji—laki-laki yang meninggalkannya tujuh tahun lalu—membuat kebahagiaannya menguap. Apalagi Kenji sepupunya Tetsuya, sekaligus ketua tim konstruksinya. Dan harus diakui, Kenji masih mencintai Naya. 


Bagaimana kerjasama tim konstruksi itu di bawah bayang-bayang cinta segitiga Tetsuya-Naya-Kenji? Temukan jawabannya dengan membaca novel ini!

J-fiction ini berhasil mengajak pembaca berimajinasi tentang kehidupan Jepang khususnya kota Osaka. Saya bahkan sukses membayangkan betapa megahnya konstruksi Kansai Insternational Airport saat Naya pertama kali menginjak Osaka setelah beberapa tahun nggak mengunjungi kota itu.
 

Sakura di Langit Osaka menyuguhkan kisah cinta yang menarik. Namun untuk ukuran novel dengan genre romance, konfliknya masih kurang luas. Padahal saya sudah menebak-nebak akan terjadi ketegangan saat cinta di masa lalu Naya dan Tetsuya tiba-tiba hadir. Tapi ternyata konfliknya hanya sekilas. Terlalu mudah penyelesaian masalah hubungan Naya dan Tetsuya di dalam novel ini.
 

Bagian yang membuat saya gemas itu di bagian alur, alurnya lambat. Saya sampai nggak sabar untuk menemukan titik ketegangan novel karya Arizu Kazura ini. Di chapter awal sampai pertengahan, saya nggak kunjung menemukan puncak masalah si tokoh utama. Dan saya baru menemukannya di chapter-chapter akhir.

Terlepas dari kekurangan-kekurangan di atas, banyak pesan dan pelajaran yang bisa diambil dari novel ini. Saya suka pelajaran yang ditunjukkan lewat karakter Tetsuya, memenangkan hati orangtua Naya dulu sebelum memenangkan hati perempuan itu. Oh siapa pun pasti akan meleleh, nggak pandang laki-laki dan perempuan, hahaha.


"Aku hanya merasa bahwa untuk mendapatkan hati wanita sesempurna dia, aku harus lebih dulu mendapatkan hati kedua orangtuanya. Bahwa, kalau aku ingin dia percaya kepadaku, maka aku harus membuat kedua orangtuanya percaya kepadaku juga, hingga akhirnya dia memilihku." (hal 145-146)

Meski nggak ada plot yang berbelok tajam, namun susunannya rapi sehingga bisa dinikmati tanpa harus bingung-bingung kembali melihat halaman sebelumnya. Di samping itu, banyak diksi-diksi bagus yang sukses membuat saya betah baca. 

Bisa dibilang novel ini cukup menarik karena cerita rekaan seperti ini sering ada di kehidupan nyata. Dengan mengangkat tema cinta, masa depan, dan masa lalu, penulis meramu masalah hubungan dua manusia dengan gaya ringan. Of course, recommended for you!