24 March 2018

Book Review | The Open Door by Dinni Adhiawaty

Judul: The Open Door
Penulis: Dinni Adhiawaty
Penerbit: Diandra Kreatif
Tebal: 335 halaman
ISBN: 978-602-336-601-9
Cetakan pertama, Februari 2018

Nadia merasa, setiap pintu jawatan yang ia ketuk telah tertutup rapat. Perempuan yang pernah menjadi primadona sekolah itu tidak memiliki banyak pilihan ketika tabungannya semakin menipis tanpa pekerjaan. Tuntutan hidup membuatnya terpaksa menerima tawaran pekerjaan yang ditawarkan sahabatnya. Dia tidak pernah mengira, pintu yang dia masuki justru membawa takdirnya ke arah berbeda dari yang pernah ia bayangkan.

Kesempatan di masa depan telah terbuka. Kemunculan Revian, si playboy menyebalkan yang menjadi bosnya, menambah pelik hidup. Lelaki itu diam-diam mendekati hanya demi melihatnya terluka, melampiaskan dendam masa lalu padanya.

Akankah pintu masa lalu terbuka untuk sebuah kesempatan? Sedangkan Nadia memiliki prinsip bahwa kesalahan tak selalu layak diberi kesempatan kedua

Merasa hidupnya diterpa masalah silih berganti, Nadia nggak mikir lama untuk menerima tawaran kerja dari Tante Mika, tante sahabatnya. Terlebih masalah hidupnya berhubungan dengan keuangan untuk mencukupi kebutuhannya.Ternyata Nadia bukan bekerja untuk Tante Mika melainkan untuk Tante Lyana. Tante Mika hanya dimintai tolong menawarkan pekerjaan kepada kenalan-kenalannya.

Pekerjaan Nadia adalah merekap semua jadwal kegiatan usaha garmen milik Tante Lyana. Nadia mengira kalau dia hanya bekerja di bawah perintah Tante Lyana, namun ternyata dia juga bekerja untuk seseorang. Nadia tersentak ketika tahu kalau dia juga bekerja di bawah perintah Revian—anak Tante Lyna—sebagai asisten pribadi. Mau nggak mau, Nadia meninggalkan tempat kosnya karena pekerjaan itu mengharuskannya untuk tinggal di rumah Revian.

Revian merasa diberi kesempatan untuk membalas perlakuan Nadia dulu ketika mereka berstatus pacaran, saat keduanya masih SMA. Dengan penampilan Revian yang berubah 180 derajat, Nadia semula nggak sadar kalau Revian adalah Raditya. Revian sendiri yang melarang orang-orang terdekatnya memanggil Raditya. Jauh di lubuk hati Nadia, sebenarnya dia masih mencintai laki-laki tampan itu.
 
Lambat laut Revian malah merasa bersalah soal misi balas dendamnya ke Nadia. Dan sebanyak apa pun perempuan cantik yang selama ini mendekatinya, ternyata hatinya hanya tertambat pada Nadia. Masalahnya, 'perang dingin' Revian dengan papanya sedikit banyak membuat hubungan keduanya nggak berjalan mulus. Belum lagi kehadiran Siera yang menambah pelik jalinan cinta Revian-Nadia.

Nadia kesal, makin hari Siera makin gencar membuat hubungannya dengan Revian renggang. Terlebih nggak ada tanda-tanda Revian akan menjauhi perempuan itu. Memang, Revian nggak punya alasan untuk menjauhi Siera. Laki-laki itu jadi serba salah. Bagaimana nasib Nadia di tengah konflik antara Siera, Revian, dan papa Revian? 


Ini kali pertama saya membaca karya Kak Dinni Adhiawaty. Membaca novel ini, saya bisa membayangkan seandainya berada di posisi Nadia. Sejak membaca blurb, saya sudah penasaran bagaimana lika-liku hidup Nadia yang berhubungan dengan masa lalu itu. Kak Dinni sukses menyalurkan emosi tokoh kepada pembaca melalui gaya cerita yang asik.
 

Meskipun termasuk dalam kategori novel dewasa, chemistry romantis antara Revian dan Nadia disuguhkan dengan porsi yang sesuai. Terlebih adegan-adegan skinship-nya normal, nggak mengurangi keromantisan di antara keduanya. Bagian di mana mereka harus tinggal seatap ini mengulik memori saya ketika menikmati episode-episode drama Korea, hihi.

Tema ceritanya menarik karena tema seperti ini memang sering ada di kehidupan nyata. Kita sering menemukan perbedaan kondisi anak yang dibesarkan orangtua lengkap dengan orangtua yang nggak lengkap kan? Nah, Kak Dinni berhasil meramu tema keluarga dan percintaan sehingga novel ini jatuhnya easy reading.  

Dengan memakai sudut pandang orang ketiga, Kak Dinni luwes menggambarkan semua karakter, seolah-olah mereka benar-benar ada lalu saya menyaksikan lembar demi lembar konflik mereka. Pilihan katanya juga bagus-bagus, saya sampai maraton baca karena saking terhiburnya oleh rangkaian diksi dalam novel ini.

Saya nggak menemukan kekurangan spesifik selain typo dan kesalahan penempatan tanda baca yang sedikit bertebaran di beberapa bab. Tentu saja nggak mengurangi ketertarikan saya untuk berkenalan dan mengikuti kisah pelik Revian dan Nadia. Saya suka cara Kak Dinni memasukkan plot twist di bagian pertemuan Revian dan Nadia setelah berpisah tanpa kabar selama bertahun-tahun.

Secara keseluruhan, The Open Door sangat saya rekomendasikan untuk kalian penggemar novel-novel romantis, karena keromantisan Revian dan Nadia dalam novel ini sungguh kuat. Kalian akan dibuat meleleh kebangetan. Selamat berkenalan dengan Revian dan Nadia ya....