Latest Posts

Grup Idol Wanna One di Mata Penggemar Indonesia





Ada yang menarik di malam Minggu ketiga tahun 2018 ini. Tiba-tiba aja aku dikejutkan oleh trending topik urutan pertama di Twitter yaitu #WannaOneinJKT. Hastag tersebut dipakai dalam 62.000 tweet pada pukul 22.30 WIB. Gilaaa, padahal belum ada 10 jam Kang Daniel cs nginjek tanah ini.


Karena penasaran, akhirnya aku cek tweet dengan kata kunci #WannaOneinJKT. Semula kukira isinya kalimat-kalimat penyambutan karena Wanna One baru aja nyampe Jakarta setelah bertolak dari Kuala Lumpur menghadiri acara yang sama, fan meeting. Di luar dugaan, ternyata isinya tweet para Wannable (sebutan untuk penggemar Wanna One) Indonesia yang kocak-kocak.


Sebagian besar yang ngetweet adalah Wannable yang nggak bisa dateng ke acara jumpa penggemar Wanna One di Hall 5 ICE BSD City yang bertajuk Wanna One 1st Fan Meeting in Jakarta “Wanna be Loved” karena beragam alasan. Alasan utama sudah pasti harga tiket yang selangit. Kekecewaan mereka seakan dituangkan dalam bentuk tweet-tweet kocak untuk menghibur diri sendiri dan (mungkin) Wannable lainnya.


Seperti yang kita ketahui kalau grup idol Wanna One bukan diciptakan oleh sebuah perusahaan hiburan di Korea Selatan, melainkan dari program survival stasiun TV MNet berjudul Produce 101 Season 2 yang tayang pada 7 April hingga 16 Juni 2017 lalu. Pihak MNet mengumpulkan 101 trainee dari berbagai agensi perusahaan hiburan untuk kemudian disaring melalui voting seluruh warga Korea Selatan hingga berakhir 11 trainee. 11 trainee itulah yang kemudian debut membentuk grup idol Wanna One.


Para member Wanna One sudah menarik perhatian penggemarnya sejak masih berada di program Produce 101 Season 2. Sebut saja Ong Seong-wo. Dalam program itu, Ong dikenal suka melawak dan membuat trainee serta trainer nggak bisa nahan ketawa. Selepas Produce 101, Ong kembali memamerkan lawakan di program variety show Wanna One Go. Berangkat dari hal itu, Ong sukses menjadi bahan tweet Wannable Indonesia semalam. 



Member lainnya yang nggak kalah menarik perhatian adalah Hwang Min-hyun. Main vocal Wanna One ini terkenal memiliki sifat khas yaitu suka bersih-bersih, seperti yang dia tunjukkan di program Wanna One Go. Inilah tweet kocak Wannable Indonesia tentang Hwang Min-hyun.
 
Terus Kim Jae-hwan, karena bisa mencapai nada tinggi dalam bernyanyi, nada ketawanya pun nggak mau kalah tinggi sehingga menimbulkan kelucuan padahal dia nggak berniat ngelawak. Diakui atau nggak, Wannable akan ikut ketawa hanya karena denger Jae-Hwan ketawa.


Aku baru sadar, ternyata kesebelas nama member Wanna One menjadi bahan tweet kocak para Wannable Indonesia. Itu artinya semua member grup idol yang debut di bawah agensi YMC Entertainment itu memang sukses menarik perhatian penggemar Indonesia. Tweet yang mengambil topik Ong Seong-wo, Hwang Min-hyun, dan Kim Jae-hwan di atas cuma sebagian kecil ya, karena kalau dicantumin semua bakalan panjang banget. Sampai blog post ini dipublikasikan, tweet dengan hastag #WannaOneinJKT telah turun dari trending topik peringkat satu namun sudah mencapai 92.000 tweet


Kesimpulannya, member Wanna One tidak hanya menunjukkan entertain skill (bernyanyi, rap, koreografi) sebagai grup idol. Pun tidak hanya mengandalkan visual yang mulus nyaris tanpa cela. Mereka juga menunjukkan sisi lain yang unik, sehingga memberi kesan lebih 'wow' jika dibandingkan dengan grup idol lainnya. Mereka semua kocak namun terkesan apa adanya alias nggak dibuat-buat alias natural, jadi penggemar terbawa oleh tingkah dan sifat mereka. Wajar kalau penggemar ikut kocak juga.


Well, welcome Wanna One! Selamat menghibur Wannable Indonesia. Buat yang mau dateng ke fan meeting, dimohon untuk tertib agar penggemar Indonesia terkesan baik di mata mereka.

Cara Membuat Gambar Kartun Vektor Menggunakan CorelDraw X4


Haiii, saya kembali dan ini postingan pertama di tahun 2018. Rutin posting artikel di sini sebenernya masuk salah satu resolusi saya. Semoga nggak sekadar wacana ya, aamiin. 

Baiklah, tulisan yang akan saya posting kali ini adalah tutorial sederhana membuat gambar kartun vektor menggunakan CorelDraw. Sebetulnya udah dari November kemarin mau posting ini mengingat banyaknya DM Instagram yang bertanya tentang cara bikin ilustrasi-ilustrasi muslimah seperti yang saya upload di akun Instagram. Tapi ternyata November-Desember saya sibuk, eh bukan, maksudnya saya mencoba produktif dengan menulis fiksi. Nggak mau disebut SIBUK, maunya disebut MENCOBA PRODUKTIF, hihi.

Actually, saya udah belajar CorelDraw sejak SMA karena ada materinya. Tapi ilmunya baru terpakai pas buka usaha self publishing awal tahun 2015. Nggak punya background studi jurusan DKV atau sejenisnya, membuat saya sesekali browsing di google jika ada kesulitan atau lupa di bagian-bagian tertentu. So, maafkan kalau tutorial ini kurang membantu karena saya juga masih tahap belajar. 

Nah, yang perlu disiapkan adalah laptop/PC, mouse (nggak pakai mouse nggak masalah sih tapi lebih mudah pakai mouse), kemudian aplikasi CorelDraw versi berapa pun karena caranya sama saja, kalau saya pakai CorelDraw X4, lalu gambar real yang ingin diubah jadi gambar vektor, dan yang terakhir cemilan. Kenapa perlu cemilan? Percayalah temans, nggak mudah berdamai dengan CorelDraw. Mata dan jari harus fokus bekerjasama, jadi biar nggak jenuh saya sarankan sediakan makanan. Tapi ya optional juga sih.

Untuk gambar real boleh pakai potret wajah kita sendiri, boleh juga pakai wajah orang lain. Contoh yang akan saya buat ini pakai gambar yang saya ambil di pinterest.com karena nggak punya stok foto yang fotogenik. Oh, poor me.


1. Buka aplikasi CorelDraw 


2. Buat lembar kerja baru dengan klik File kemudian New, atau bisa dengan menekan Ctrl+N. Maka tampilannya akan seperti gambar berikut:



3. Masukkan gambar real dengan klik File kemudian Import atau bisa dengan menekan Ctrl+i. Lalu pilih gambar real dalam folder kita. 





4. Kunci gambar kita agar letaknya nggak ke mana-mana dengan klik kanan kemudian pilih Lock Object yang sebelah kananya ada simbol gembok. 


5. Di sini saya akan membuat bagian jilbab terlebih dulu dengan menggunakan Bezier Tool yang letaknya di deretan tool sebelah kiri. 



6. Buatlah garis dengan Bezier Tool, mengikuti bentuk jilbab.




7. Ubahlah garis yang sudah dibuat itu menjadi lengkungan dengan menggunakan Shape Tool yang letaknya di deretan tool sebelah kiri. 



8. Arahkan kursor tepat di garis kemudian klik kanan, plih To Curve.



9. Sesuaikan pada bentuk jilbab yang melengkung dengan cara menarik tanda panah biru.


10.  Lakukan teknik yang sama pada garis berikutnya sehingga membentuk gambar jilbab.




11.  Beri warna sesuka hati.





12. Selanjutnya buat gambar tangan dengan teknik yang sama dengan membuat jilbab. Jadinya kurang lebih seperti ini:




13. Disusul membuat gambar buku. Jadinya seperti ini.



14. Nah, agar posisi bukunya terlihat di belakang tangan, klik kanan pada gambar buku, pilih Order kemudian Behind.



15. Akan muncul tanda panah hitam, arahkan tanda panah itu pada gambar tangan. Maka gambar buku akan berpindah posisi di belakang gambar tangan.




16. Untuk menghilangkan garis tepi, blok semua bagian gambar dengan menggunakan Pick Tool, lalu pilih Outline yang letaknya di deretan tool sebelah kiri kemudian klik None.



17. Selesai. Nggak mirip sih, tapi anggap saja mirip ya, hehe.  




 
18. Untuk menyimpan dalam format JPG, klik File - Export - Save as Type: JPG-JPEG Bitmaps.




Memang awalnya rumit, tapi kalau latihan terus lama kelamaan jadi asik kok. Kuncinya adalah latihan, praktek terus, teliti, dan sabar tingkat dewa. Saya juga masih terus latihan karena ini masih terbilang dasar. Nanti kalau ada waktu mau latihan membuat gambar yang lebih rumit seperti ada efek shadow dan lain-lain biar makin keren.

Okay, selamat mencoba.

[Review Novel] Kutunggu Kau di 2017: Menembus Waktu demi Melukis Takdir


Yuhuu, akhirnya kesampaian juga pegang novelnya Mbak Septi Titanika. Sejak pertama dia ngetag tulisannya (judulnya lupa waktunya juga lupa) di akun facebook, saya langsung kepincut. Alasannya dua: easy reading dan suka sama idenya. Dan di tahun 2017 ini akhirnya lahirlah anak pertamanya. Nggak tanggung-tanggung, 400 halaman ciin. Hal pertama yang saya lakukan ketika nerima buku ini adalah bengong. Entah dia makannya apa ya sampai bisa bikin bantal setebel ini. Okay nggak usah kepanjangan basa-basinya, langsung saja meluncur ke review di bawah.



Judul: Kutunggu Kau di 2017
Penulis: Septi Titanika
Penerbit: Loka Media
Tahun terbit: Cetakan I, September 2017
ISBN: 978-602-50105-5-2
Tebal: 429 hlmn, ; 13 x 19 cm
Harga: Rp 79.000

Play video berikut untuk mengetahui blurb-nya!




“Selena bilang lo lebih beruntung karena masih hidup. Dan karena lo masih hidup lo nggak boleh menyerah apa pun yang terjadi. Lo hanya bisa menang jika menghadapi itu tanpa rasa takut.” (hal 250). 

Agus Supriyatno, laki-laki yang berencana menikahi Kinanti di tahun 1974setahun lagi, hari ini sedang meregang nyawa karena dihabisi warga kampungnya akibat dituduh melakukan perbuatan yang tidak dia lakukan. Dalam keadaan sekarat, sebelum hanya gelap yang dia lihat, Agus sempat meminta kepada Tuhan untuk mengirim dirinya ke suatu tempat. Tempat di mana dia dan Kinanti menikmati hidup bahagia, tanpa ada gangguan dari seorang pun, dari apa pun. Agus linglung begitu membuka mata. Ya, Agus membuka mata di waktu yang berbeda. Dia menembus waktu, melompat dari tahun 1973 ke tahun 2016. Tuhan mengabulkan permintaanya, dia masih hidup.  

Anugerah bagi Agus, namun musibah bagi Melody. Melody adalah perempuan 23 tahunyang memilih jomblo demi menunggu kedatangan seorang laki-laki di tempat mereka pertama kali bertemu 14 tahun lalu. Bekerja serabutan dan tinggal di rumah berdua bersama Selena, sahabat hantunya. 

Melody merasakan langitnya runtuh sejak menemukan tubuh Agus yang sekarat tergeletak di depan rumahnya. Bagaimana tidak? Agus bersikap seperti orang amnesia—sebagai akibat menembus waktu. Hanya gelengan yang Agus tunjukkan setiap kali polisi menanyakan identitasnya karena masih linglung. Mau tidak mau, Melody harus menampung Agus untuk tinggal bersamanya. Apalagi Agus baru saja dioperasi karena lukanya serius. Dia harus bekerja ekstra keras untuk menebus biaya operasi Agus di saat cicilan barang-barang di rumahnya belum lunas. 

Novel ini didominasi oleh karakter Agus dan Melody, eh Selena juga ding. Melody si pekerja serabutan, Agus si penjelajah waktu, dan Selena si hantu milenial, meskipun tampak aneh dan tidak wajar namun ketiganya menjalani hari-hari seperti orang pada umumnya. Tentu saja Agus tidak bisa melihat Selena. Melody diberkahi kekuatan bisa melihat sesuatu yang tidak kasat mata. Selena adalah hantu yang membersamai Melody bahkan sejak Melody masih bayi. Untuk bisa berkomunikasi dengan Agus, Selena menulis di kertas.  

Mereka mencoba bertahan hidup sewajarnya sampai tiba-tiba negara api menyerang, eh bukan ding, sampai tiba-tiba Melody dan Agus diculik. Bukan tebusan yang diinginkan penculik, melainkan disket yang disimpan Melody. Melody mengelak karena zaman sekarang sudah tidak orang pakai disket, termasuk dia. Namun penculik bersikeras. Dengan bantuan Selana, Agus dan Melody berhasil kabur dan pulang ke rumah membawa oleh-oleh berupa luka dan mungkin patah tulang. 

Dari mana para penculik itu tahu kalau Melody menyimpan disket padahal dia tidak merasa mempunyai barang jadul itu? Atau jangan-jangan ada benang merah antara isi disket itu dengan masa lalu Agus, Melody, dan juga Selena? Lalu apakah Agus bisa bertemu dan hidup bahagia dengan Kinantinya? Dan berhasilkah Melody bertemu laki-laki yang sudah ditunggunya selama 14 tahun? Aih pertanyaan-pertanyaan itu nggak berhentinya memenuhi kepala saya saat membaca di bab-bab awal. 

Begitu membaca blurb, saya langsung kepincut karena saya memang suka bacaan bertema time travel. Terakhir baca novel Indonesia bertema time travel itu waktu SMA. Waktu itu saya susah move on banget tuh sama Incognito-nya Kak Windhy Puspitadewi. Nggak nyangka tahun ini bisa nemu novel time travel dengan cerita yang lebih fresh. Uwooo so happy very very happy. Apalagi settingnya mengambil Jogja tahun lawas yaitu 1973. Serius, sejak dulu saya suka banget novel berlatar Jogja. Nggak tahu juga kenapa.  

Nah begitu nemu istilah ‘pit unto’ (sepeda zaman dulu yang tinggi lalu bagian penghubung antara sadel dan stangnya melengkung) dan ‘senthir’ (lampu minyak), perasaan saya mulai diaduk-aduk. Pit unto dan senthir yang lagi hits-hitsnya di tahun 1973 kemudian istilahnya mulai jarang dipakai di era milenial ini seakan membuat saya kembali mengenang masa kecil. Sedikit curhat, setelah menamatkan nonton drama Korea seri Reply (Reply 1997, Reply 1994, Reply 1988) saya berandai-andai, keren kali ya kalau ada Reply versi Indonesia karena bisa mengenang era-era zaman lawas. Dan Kutunggu Kau di 2017 sedikit mengobati penyakit mengandai-andai saya. 

Oh iya, jangan membayangkan atau memikirkan betapa membosankannya membaca novel setebal 429 halaman ini, sebaliknya, kita akan dibuat betah dengan gaya bahasa penulis yang santai bahkan banyak dialog dan narasi yang akan membuat kita ketawa-ketawa. Mungkin ini cara penulis mengemas novel romance-fantasy tebal, membuat dada pembaca serasa diaduk-aduk sampai harus maraton membaca. 

Logat kental Jawa dari mulut Agus versus logat anak gaul Jakarta dari mulut Melody ini dijamin bikin pembaca terhibur. Celetukan Agus yang ditirukan Melody di halaman 294ini bikin saya ngakak, “Mbak Mel ampun polah nggih. Lungguh sing anteng, mengko mundak ilang ayune.” yang artinya Mbak Mel jangan pecicilan, duduk yang baik, nanti hilang cantiknya.

Meskipun memasukkan unsur romance, namun Kutunggu Kau di 2017 ini tidak menampilkan adegan menye-menye apalagi galau-galauan nunggu kapan si doi dateng. Justru banyak bagian yang akan membuat kita bangkit dan semangat menjalani hari-hari di sepanjang penantian. Seperti yang dilakukan Melody. Meskipun dia galau juga karena nggak ada tanda-tanda dia akan bertemu laki-laki itu, namun dia sibuk bekerja serabutan sehingga tampak biasa-biasa saja. 

Pun dengan Agus, dia tetap semangat menjalani hidupnya di tahun 2016 meskipun merasa sedih dan sangat rindu ingin bertemu Kinanti. Saat hidup di tahun 1973, Agus juga pantang menyerah menghadapi kegalakan ibunya Kinanti. 

“Lo lahir di dunia ini juga butuh perjuangan, lo lahir di dunia ini karena terpilih. Jadi yang perlu lo lakuin hanyalah menjalaninya dengan syukur, penuh semangat dan selalu mengusahakan yang terbaik.” (hal 416-417). 

Secara keseluruhan, novel ini easy reading. Saking easy readingnya, saya sampai nggak bingung mengikuti penjelajahan waktu si Agus dari tahun 1973 melompat ke tahun 2016, dari tahun 2016 melompat ke tahun 2003, dari tahun 2003 melompat lagi ke tahun sekarang. Justru di situ letak keasyikannya. Hanya saja beberapa kebiasaan yang ditunjukkan karakter Melody sebagai seorang fangirl dan Korean addict ini cuma bisa dimengerti oleh pembaca yang punya jiwa fangirl juga, seperti saya, heuheu.   

Terlepas dari hal itu, lain-lainnya oke banget. Saat masuk ke halaman 100, nggak bisa dipungkiri, ini bener-bener bacaan yang saya cari selama ini. Apalagi di balik Melody yang pecicilan, dia punya pemikiran bijak di mana bisa dijadikan renungan yang memang sesuai dengan kategori pembaca novel ini, young adult. 

“Lo itu udah dewasa. Apa-apanya harus dipikir jernih, jangan ngambekan kayak remaja labil.” (hal 238). 

Semua pertanyaan yang tertahan saat membaca di bab-bab awal mulai terjawab seiring jumlah halaman yang saya habiskan. Bener-bener nggak ketebak. Benang merahnya ke mana-mana tapi menyatu sempurna di bagian ending. Itulah yang membedakan Kutunggu Kau di 2017 dengan novel young adult lainnya. 

Dari novel ini, kita belajar bahwa menunggu si doi sambil bergalau-galau itu akan sia-sia. Lebih baik dijalani dengan hal-hal positif, kegiatan-kegiatan produktif. Juga perihal keterpurukan ketika tertimpa musibah, karakter Agus mengajarkan kita untuk tidak menyerah pada keadaan. Yang harus dilakukan hanya bersyukur dan menjalaninya tanpa beban. Lebih bagus lagi kalau kita membantu meringankan beban orang lain, saling menolong saat tertimpa musibah. 

“Mama bener, efek membantu orang lain itu luar biasa. Satu kepakan sayap kupu-kupu kecil di sini dapat menyebabkan badai di tempat lain. Butterfly effect.” (Hal 415) .

Eh reviewnya kepanjangan ya? Habisnya novelnya juga panjang, hihi. Okay, sebagai penutup, buat yang lagi butuh hiburan, yang lagi butuh bacaan bagus, silakan baca Kutunggu Kau di 2017. Recommend bageeets. Bisa didapat dengan memesan langsung ke Loka.

5 Alasan Kenapa Kita Perlu Menggunakan Gift Registry

Siapa yang tidak senang mendapat kado di hari spesial seperti hari ulang tahun, hari wisuda, hari pernikahan, dan sebagainya, terlebih kado itu dari teman-teman tersayang. Nah tidak bisa dipungkiri bahwa setiap orang memiliki keinginan untuk mendapatkan kado tertentu. 

Sayangnya, tidak semua orang bisa mengungkapkan kepada sang pemberi kado secara langsung mengenai kado apa yang diinginkan. Hal itu bisa terjadi karena beragam alasan, salah satunya karena pemberian kado dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau lewat surprise. Padahal risiko jika kita mendapat kado surprise adalah isi kado tersebut kurang sesuai dengan keinginan atau bahkan ternyata kita sudah memilikinya. 


image by pixabay.com
Untuk itu, agar teman-teman kita tahu mengenai barang apa saja yang kita inginkan, yuk manfaatkan gift registry! Apa sih gift registry itu? Gift registry adalah sebuah wadah di mana kita bisa mencatat daftar kado apa saja yang sangat kita inginkan. Jadi, tidak akan ada lagi kejadian kado yang kita dapat ternyata sama seperti barang yang kita beli beberapa waktu lalu. 

Selain itu, teman-teman kita akan mengetahui daftar kado yang kita inginkan dengan cara memeriksa link berisi url website gift registry yang sudah kita sebar ke media sosial.

Sebetulnya gift registry sudah cukup populer digunakan oleh orang-orang di luar negeri. Dan kini kita bisa menggunakannya juga lho di Indonesia. Wah asik! 

Kenapa sih kita perlu menggunakan gift registry? Alasannya sebagai berikut:

1. Mudah digunakan dan diakses
Gift registry bisa digunakan dengan mengakses situs gift registry secara online. Hal tersebut tentu bukan menjadi kendala untuk generasi milenial dong. Kita bisa mencatat kado yang kita inginkan hanya dengan menyambungkan gadget pada jaringan internet. Teman-teman kita pun akan mudah melihat daftar yang kita buat itu dengan cara memeriksa link berisi daftar kado kita.


2. Tidak membuat dompet menipis secara mendadak
Kadang kala orang akan berpikir berpuluh-puluh kali untuk membeli kado demi orang tersayang. Apalagi jika hari spesial orang tersayang jatuh di tanggal tua. Duh, dompet udah tipis jadi semakin menipis deh. Tenang, gift registry akan membantu kita sebagai pengguna agar bisa mencatat barang-barang dari harga murah sampai berkelas, plus sesuai dengan yang kita butuhkan. Jadi, teman-teman kita akan punya pilihan untuk membeli barang yang sesuai dengan isi dompet mereka.

3. Memaksimalkan hari spesial kita
Hari spesial akan terasa spesial jika dirayakan bersama teman-teman tercinta. Ditambah adanya pemberian kado untuk menandakan kedekatan kita bersama teman tentunya. Namun apa jadinya jika isi kado yang kita dapat ternyata kurang sesuai dengan keinginan kita. Duh, jangan sampai rasa kecewa mengurangi keistimewaan di hari spesial kita lho ya. Dengan membuat daftar kado menjelang hari spesial, teman-teman kita akan mengetahui kado apa saja yang sangat kita inginkan. Hari spesial akan menjadi maha spesial, bukan?


4. Tidak ada risiko memiliki barang dobel
Pernahkah kita mendapat kado namun ternyata kita sudah memilikinya terlebih dulu? Kemudian yang terjadi selanjutnya adalah kita memiliki dua barang yang sama secara bersamaan. Tentu salah satunya akan mubazir dan sia-sia dibeli. Lalu pada akhirnya salah satunya tidak terpakai. Segala hal yang mubazir itu hukumnya tidak baik, berangkat dari pepatah itu, maka gift registry akan membantu kita mengurangi risiko memiliki barang dobel. Gift registry memungkinkan barang yang sudah kita punya akan terhapus daftarnya, sisa barangnya bisa menjadi informasi untuk teman-teman kita mengenai barang apa saja yang belum kita punya. So, say no to mubazir.


5. Mempermudah teman menentukan kado yang ingin dibeli
Seringkali teman kita ingin memberi kejutan kado namun bingung tidak punya referensi ingin membeli kado apa. Kalau tanya langsung kepada kita, bukan kejutan lagi dong namanya hihi. Nah, itulah salah satu alasan mengapa kita perlu membuat daftar kado. Teman kita jadi lebih mudah menentukan ingin membeli apa untuk diberikan kepada kita sebagi kado kejutan. 


Lalu  bagaimana cara untuk menggunakan gift registry? Mudah sekali, segera manfaatkan platform Wishlistku di situs wishlistku.co.id untuk membuat daftar kado yang kita inginkan. Wishlistku sebagai situs cash and gift registry pertama di Indonesia akan membantu kita membuat daftar kado yang kita inginkan dan yang kita butuhkan tanpa repot dan mudah digunakan. Lakukan semua petunjuk yang tertera pada situs itu, dan selamat, gift registry anda siap untuk dibagikan kepada teman-teman. 

Situs Wishlistku



 Sumber referensi: www.wishlistku.co.id


[Review Film] Midnight Runners: Nggak Kalah So Sweet Sama Song-Song Couple


Review ini saya tulis khusus buat kalian yang sedang siap-siap patah hati karena seminggu lagi Song-Song Couple akan menikah. Nah daripada baper tak berujung mending nonton film terbarunya Kang Ha Neul aja. 

Dengan aktor Park Seo Joon sebagai lawan mainnya, kalian nggak akan menemukan love line-nya Kang Ha Neul apalagi adegan romantis yang selalu dia tonjolkan di drama berepisode-episode. Karena Midnight Runners mengambil tema profesi cop atau kepolisian di Korea.  Film bergenre action-comedy ini memiliki judul lain yaitu Young Cop karena mengisahkan dua calon polisi yang masih belajar di akademi.

             
Kisahnya dimulai dari Park Gi Jun yang diperankan oleh Park Seo Joon dan Kang Hee Yeol yang diperankan oleh Kang Ha Neul. Kok so sweet? Bukannya mereka sama-sama laki-laki? Oke tenang. So sweetnya bukan dalam artian hubungan sesama jenis kok, melainkan lebih kepada hubungan persahabatan dan persaudaraan.
             
Di awal film, dikisahkan kaki Hee Yeol terkilir saat berlari di Gunung Buphwa dalam tes final yang menentukan masuk tidaknya ke akademi kepolisian. Aturannya bahwa calon taruna yang sampai finish melebihi batas waktu, akan gagal masuk menjadi taruna akademi. Hee Yeol panik karena tidak bisa melanjutkan berlari. Dia meminta bantuan teman yang melintas di depannya, namun temannya menolak karena takut melebihi batas waktu sampai ke finish sehingga gagal masuk akademi. 

Ada teman lagi yang melintas, dia Gi Jun. Hee Yeol kembali meminta bantuan. Meski awalnya Gi Jun menolak, akhirnya dia terpaksa menggendong Hee Yeol. Sesampainya di finish, penguji tes meminta calon taruna lain untuk mengulang berlari sebagai hukuman akibat tidak mau membantu sesama teman. Sementara Gi Jun dan Hee Yeol kegirangan karena mereka lolos menjadi taruna akademi.

Persahabatan keduanya pun dimulai.
Di tahun kedua belajar di akademi kepolisian, keduanya menikmati segala yang diajarkan. Mulai dari cara penyelidikan, waktu standar kasus penculikan, hingga cara mempertahankan diri dari penjahat/lawan. Keseruan semakin terlihat saat teman mereka yang bernama Jae Ho memamerkan pacar cantiknya yang otomatis membuat duo ini ingin juga mendapatkan perempuan secantik pacarnya Jae Ho. Maklum, terlalu sering menghabiskan waktu berdua hingga tidak sempat kencan dengan perempuan. Atas izin keluar dari Prof. Yang, sang kepala akademi, keduanya pun mendatangi sebuah klub hiburan di mana Jae Ho bertemu perempuan yang sekarang menjadi pacarnya itu. Mereka berharap bisa menemukan perempuan cantik yang bisa diajak berkencan.
              
Di tengah pencarian menemukan perempuan idaman inilah ketegangan dan aksi dimulai. Keduanya sama-sama terpesona oleh seorang perempuan berjaket pink yang berpapasan di sebuah jalan sepi. Saat sedang main kertas-gunting-batu untuk menentukan siapa yang akan meminta nomor ponselnya, mereka justru dikejutkan dengan adegan penculikan. Si perempuan berjaket pink dipukul hingga pingsan kemudian dibawa masuk ke sebuah mobil. 

Entah karena terlanjur terpesona atau karena dorongan naluri sebagai calon polisi, mereka mati-matian ingin menyelamatkan perempuan itu. Terlebih pihak berwajib terkendala birokrasi dalam menangani beragam kasus penculikan sehingga tidak bisa menanganinya dengan cepat. Bagaimanakah cara duo taruna ini membuntuti pelaku penculikan? Dan apakah mereka berhasil menyelamatkan perempuan berjaket pink tersebut? Park Seo Joon dan Kang Ha Heul akan menjawab lewat akting kocak mereka.


Gi Joon dan Hee Yeol terpesona akan kecantikan perempuan berjaket pink.
Jika dilihat dari gambar posternya, film ini tampak serius dan menegangkan ya, namun ternyata di dalamnya banjir adegan kocak. Cocok banget untuk menghibur kalian yang lagi jenuh akan rutinitas sehari-hari. Oppa-oppa ganteng yang terbiasa berakting adegan romantis ini ternyata rela mengeluarkan kekonyolan demi memicu tawa penonton. 

Salah satu adegan yang membuat saya sulit menahan tertawa adalah adegan yang menampilkan wajah pucat Gi Joon setelah menurunkan tubuh Heo Youl dari punggungnya di garis finish. Nggak kebayang gimana beratnya  Gi joon saat menggendong Hee Youl, sambil berlari menuju garis finish pula :D. Yang nggak kalah kocak, ketika keduanya antusias berlebihan begitu memasuki klub hiburan, mereka terlalu takjub melihat perempuan-perempuan cantik yang jarang dilihat selama di akademi. Mereka semakin takjub ketika beberapa selebriti korea masuk ke klub. Saya baru tahu ternyata seperti itu sisi lain dari calon polisi yang gagah-gagah.


Kekompakan duo young cop.
Totalitas akting dua aktor ini memang tidak bisa dibilang seadanya. Mereka benar-benar menampilkan bro-ship yang kuat. Bisa berpikir, melakukan hal, dan menyelesaikan masalah dengan seirama. Film ini membuka kesadaran kita akan pentingnya kehadiran sahabat. Bersama sahabat, kita bisa melakukan hal lain yang tidak bisa dilakukan bersama pasangan. Ah suka banget pokoknya. Oh iya sebenarnya film ini tayang perdana di bioskop Indonesia tanggal 30 Agustus lalu (maafkan reviewnya yang telat banget :D), bisa cari link downloadnya sendiri ya kalau pengen nonton. #AR